Downhill Bike

How Many Calories Does MX Really Burn?

Dimas | 03 September 2026

Motocross bukan sekadar olahraga yang mengandalkan mesin karena lo harus mengendalikan motor sambil menghadapi benturan, perubahan permukaan, lompatan, tikungan, dan akselerasi berulang sepanjang moto. Penelitian yang dipublikasikan di Pub Med menunjukkan bahwa motocross memberikan tekanan fisiologis besar dan membutuhkan kombinasi metabolisme aerobik serta anaerobik. 

 

Besarnya tuntutan tersebut terlihat dari penelitian terhadap rider motocross level A yang mencatat konsumsi oksigen rata-rata sekitar 32 ml/kg/menit, atau sekitar 71 persen dari kapasitas maksimal mereka selama pengujian 15 menit. Penelitian yang sama menemukan bahwa denyut jantung rata-rata mencapai sekitar 95 persen dari denyut jantung maksimal, menunjukkan betapa beratnya pekerjaan fisik selama berkendara. 

 

Penelitian lain di Pub Med yang menguji rider motocross selama 30 menit pada kecepatan maksimal menemukan bahwa denyut jantung kelompok rider berpengalaman berada sekitar 97 persen dari maksimum, sementara aktivitas otot tubuh bagian bawah juga berada pada tingkat signifikan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa rider bukan hanya menggunakan tangan dan lengan, tetapi melibatkan kaki serta otot tubuh bagian bawah secara terus-menerus untuk mengendalikan motor. 

 

Dilansir di platform lain Pub Med, beban tersebut juga terlihat setelah moto berakhir karena penelitian pada simulasi balapan motocross selama 30 menit menemukan bahwa rider menghabiskan 87 persen waktu di atas 90 persen denyut jantung maksimal dan mengalami penurunan kemampuan genggam serta indikator performa otot setelah balapan. 

 

Lalu, berapa kalori yang terbakar? Tidak ada satu angka universal karena pengeluaran energi dipengaruhi oleh berat badan, intensitas berkendara, durasi moto, kondisi lintasan, tingkat kebugaran, dan karakteristik rider. Data fisiologis dari penelitian motocross menunjukkan bahwa intensitas olahraga ini sangat tinggi, sehingga estimasi konsumsi energi harus dipandang sebagai kisaran individual, bukan angka pasti untuk semua rider. 

 

Dengan demikian, angka 600–1.000 kalori per jam dapat digunakan sebagai gambaran kasar dalam artikel populer, tetapi tidak seharusnya dianggap sebagai hasil pengukuran langsung yang berlaku untuk setiap rider motocross. Perbedaan berat badan dan intensitas dapat membuat kebutuhan energi satu rider jauh berbeda dari rider lainnya seperti yang dijelaskan oleh Pub Med

 

Yang lebih penting daripada angka kalori adalah apa yang terjadi di baliknya, yakni lo harus terus mempertahankan kontrol motor ketika menerima benturan, mengubah arah, mengatur throttle, mengerem, dan menjaga posisi tubuh secara bersamaan. Penelitian terhadap rider level tinggi menunjukkan bahwa motocross membutuhkan kapasitas aerobik, kekuatan otot, kekuatan genggam, serta kemampuan menghadapi beban fisik spesifik olahraga tersebut. 

 

Dilansir Pub Med, membahas kalori dalam motocross sebenarnya bukan sekadar menghitung energi yang terbakar. Angka tersebut menjadi gambaran kecil dari tuntutan fisik yang tersembunyi di balik setiap lap, ketika seluruh tubuh rider bekerja untuk menjaga motor tetap terkendali sampai bendera finish

Share this story:

CHECK OUT OTHER STORIES

Why Modern Riders Stand More

Dalam motocross modern, posisi berdiri (standing position) telah menjadi teknik dasar yang hampir selalu... read more

#76Rider MX Squad

Two Disciplines, Two Different Mindsets

Motocross Racing dan Freestyle Motocross (FMX) sama-sama menggunakan motor trail, tetapi keduanya berkembang dengan... read more

#76Rider MX Squad

The Peg Pressure Rule

Di motocross, kecepatan tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar rider membuka throttle. Salah satu... read more

#76Rider MX Squad