Dimas | 22 August 2026
Dalam motocross modern, posisi berdiri (standing position) telah menjadi teknik dasar yang hampir selalu digunakan oleh rider elite. Dilansir dari MXA, jika lo melihat rekaman balapan era 1970-an hingga awal 1980-an, rider lebih sering duduk karena karakter motor saat itu memiliki suspensi pendek, wheelbase lebih pendek, dan ergonomi yang membatasi pergerakan tubuh. Seiring perkembangan teknologi, gaya berkendara pun ikut berubah.
Dalam keterangan lebih lanjut, MXA menjelaskan bahwa evolusi suspensi, rangka, dan ergonomi membuat posisi tubuh rider bergeser dari gaya duduk jauh di belakang motor menjadi posisi yang lebih aktif di atas footpegs. Bahkan, "attack position" yang populer pada era 1980-an kini berkembang menjadi coiled position, yaitu posisi berdiri yang lebih rileks namun tetap siap menyerap setiap perubahan medan.
Dilansir dari laman lain MXA, alasan utama rider modern lebih sering berdiri adalah kontrol. Saat berdiri, titik kontak utama berpindah ke footpegs sehingga pusat kendali berada lebih dekat dengan pusat massa motor. Hal ini memungkinkan rider mengubah arah motor melalui tekanan pada kaki, lutut, dan pinggul tanpa harus mengandalkan gerakan besar pada setang. Akibatnya, motor menjadi lebih stabil dan lebih mudah dikendalikan pada kecepatan tinggi.
Posisi berdiri juga membuat kaki berfungsi sebagai "suspensi tambahan". Dilansir MSI, ketika motor melewati braking bumps, whoops, atau rut yang dalam, lutut dan pergelangan kaki menyerap sebagian benturan sehingga suspensi motor dapat bekerja lebih efektif. Teknik ini menjaga ban tetap menapak ke permukaan tanah dan membantu lo mempertahankan traksi.
Perkembangan karakter motor modern ikut mendorong perubahan tersebut. Suspensi yang lebih panjang, rangka yang lebih kaku namun ringan, serta distribusi bobot yang lebih baik memungkinkan rider bergerak lebih bebas di atas motor. Karena motor mampu menyerap benturan dengan lebih efektif, rider tidak lagi harus terus-menerus duduk untuk menjaga keseimbangan seperti pada generasi motocross terdahulu.
Meskipun begitu, bukan berarti lo berdiri sepanjang lap. Menurut MotoSport, dalam teknik motocross modern, rider tetap duduk pada situasi tertentu, terutama saat memasuki beberapa jenis tikungan atau ketika membutuhkan traksi maksimum dari roda belakang. Kuncinya adalah lo tahu kapan harus berdiri dan kapan harus duduk, bukan memilih salah satu secara mutlak.
Pada laman lain, MXA bahkan menyebut bahwa banyak rider amatir masih terlalu sering duduk. Berdiri memungkinkan lo melakukan perpindahan berat badan yang lebih cepat, memperbaiki keseimbangan, serta menghasilkan perubahan arah yang lebih halus. Karena itu, para pembalap profesional menghabiskan sebagian besar waktu mereka dalam posisi berdiri, terutama pada lintasan yang bergelombang dan teknis.
Pada akhirnya, meningkatnya penggunaan posisi berdiri bukan sekadar mengikuti tren. Perubahan ini merupakan hasil evolusi teknik berkendara yang berjalan seiring dengan perkembangan teknologi motor motocross. Jika dulu duduk menjadi pilihan yang paling aman, kini berdiri menjadi standar karena memberikan kontrol lebih baik, memaksimalkan kerja suspensi, dan memungkinkan lo mempertahankan kecepatan dengan lebih konsisten di lintasan modern.
Motocross Racing dan Freestyle Motocross (FMX) sama-sama menggunakan motor trail, tetapi keduanya berkembang dengan... read more
#76Rider MX Squad
Di motocross, kecepatan tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar rider membuka throttle. Salah satu... read more
#76Rider MX Squad
Memasuki musim 2026, ajang motocross profesional tidak lagi hanya mengandalkan kapasitas mesin besar dan... read more
#76Rider MX Squad