Downhill Bike

Tire Weight & Heat: The Secret Formula Behind Supermoto Speed

Dimas | 21 February 2026

Dalam Supermoto, ban bukan sekadar komponen yang menopang motor, tetapi jadi faktor penentu gaya balap, sejak putaran pertama hingga terakhir. Ukuran, berat ban, serta suhu kerja ban memainkan peran besar dalam seberapa cepat rider bisa gaspol, seberapa kuat grip yang dihasilkan, dan seberapa stabil motor saat masuk dan keluar tikungan. Ini sebabnya di balap profesional, tim sangat memperhatikan detail teknis ban untuk mencapai performa puncak.

 

1. Ban: Lebih dari Sekadar Penutup Karet

Dilansir RidingMoto, ban Supermoto dirancang khusus untuk kombinasi aspal dan sedikit off-road, dengan compound dan struktur yang berbeda dari ban motor harian biasa. Karena banlah satu-satunya bagian yang langsung bersentuhan dengan permukaan, ia menjadi penentu utama traksi, pengereman, dan kelincahan handling motor. 

 

Selain compound, berat ban turut mempengaruhi performa motor. Ban yang lebih ringan pada pelek dapat mengurangi massa rotasi (rotational mass), membuat akselerasi dan pengereman menjadi lebih responsif. Menurut analisis performa ban balap, pengurangan berat ban sekitar 50 gram saja bisa meningkatkan efisiensi putaran roda dan reaksi akselerasi secara signifikan. 

 

2. Suhu Ban: Titik Tengah Antara Grip dan Performa

Suhu kerja ban (tire operating temperature) adalah kunci utama untuk mendapatkan grip optimal di lintasan. Menurut Michelin Malaysia, ban yang masih dingin, karetnya cenderung keras dan kontaknya kurang efektif, sehingga diperlukan waktu untuk warm-up sebelum rider bisa melakukan akselerasi atau menikung dengan agresif. 

 

Berdasarkan keterangan lanjutan Michelin Malaysia, di lintasan balap profesional (seperti MotoGP), tim akan menggunakan tyre warmers untuk menjaga ban di suhu yang ideal sebelum start, memastikan ban sudah mencapai tingkat elastisitas dan grip tertinggi. Tanpa suhu optimal ini, risiko ban kehilangan cengkeram di awal lomba jauh lebih tinggi, membuat rider harus slow-start atau menunggu grip muncul bertahap. 

 

3. Dampak Berat & Suhu pada Gaya Balap

 

 Berat ban rendah + suhu ideal:

  • - Akselerasi lebih cepat.
  • - Handling lebih responsif.
  • - Menikung dan keluar tikungan dengan lebih presisi sehingga cocok untuk gaya balap agresif atau sesi sprint yang menuntut kecepatan tinggi.

 Berat ban tinggi atau suhu ban tidak optimal:

  • - Akselerasi lebih lambat.
  • - Grip kurang stabil.
  • - Rider butuh waktu pemanasan lebih panjang.
  •  

4. Integrasi Berat & Suhu dalam Strategi Balap

Rider profesional dan tim teknis tahu bahwa kombinasi berat ban dan suhu kerja ban harus selaras dengan strategi balap mereka. Di sirkuit yang panjang atau teknikal, ban yang ringan dan cepat hangat akan memberikan keunggulan karena rider bisa push lebih cepat tanpa harus menunggu “masa hangat”. Sedangkan di lintasan yang kasar atau panjang, manajemen suhu ban juga penting untuk mencegah degradasi berlebihan. 

 

Dalam Supermoto, berat ban mempengaruhi reaksi motor, sementara suhu kerja ban menentukan seberapa cepat grip optimal bisa tercapai. Rider yang paham bagaimana memanfaatkan kombinasi berat dan panas ban dapat langsung menekan gas lebih awal, mempertahankan stabilitas lebih lama, dan melesat lebih cepat dari rivalnya. Ini adalah senjata rahasia di balik supermoto speed yang sesungguhnya.  Enggak cuma mengandalkan kekuatan mesin, tetapi juga ilmu soal ban yang lo kuasai dengan tepat. 

Share this story:

CHECK OUT OTHER STORIES

The Uniqueness of Supermoto Tracks

Tidak seperti cabang balap motor lainnya yang hanya berlomba di permukaan aspal mulus atau... read more

#76Rider Supermoto Squad

Go Further, Ride Harder: The Power of a Fuel Tank Upgrade

Ketika lo mengendarai motor Supermoto untuk sesi latihan panjang, touring lintas negara, atau ajang... read more

#76Rider Supermoto Squad

Experience of Supermoto Fridolfing 2025

Setiap musim kompetisi Supermoto di Eropa selalu menghadirkan seri-seri yang berbeda karakter dan ceritanya... read more

#76Rider Supermoto Squad