Downhill Bike

Train Smart in the Off-Season

Dimas | 12 November 2025

Beberapa rider downhill menganggap off-season sebagai waktu “hibernasi”. Lo harus tahu, jangan sia-siakan masa off-season dengan berhenti latihan total, tapi inilah kesempatan buat mengasah dasar kekuatan, fleksibilitas, dan mental supaya di musim kompetisi selanjutnya lo bisa riding dengan lebih stabil dan tahan lama.


Pentingnya Off-Season
Selama musim balap, tubuh lo bekerja habis-habisan. Dampak dari riding melewati jalur yang sangat teknis bisa menyebabkan ketegangan otot, kelelahan mental, dan cedera ringan. Off-season adalah kesempatan buat:
- Memperbaiki ketidakseimbangan otot.
- Membangun kekuatan inti (core) agar lebih stabil menghadapi getaran, drop, dan tekanan.
- Menambah kekuatan eksplosif dan daya tahan otot.
- Menyegarkan mental agar tidak jenuh.


Dengan begini, ketika musim balap datang, lo nggak akan “start dari nol” lagi.


Fokus Kekuatan Inti (Core) & Stabilitas
Core strength sangat krusial untuk rider downhill: otot perut, punggung bawah, obliques, dan otot stabilisator di pinggul bekerja tanpa henti saat melibas jalur kasar. Coach dari MTB Strength Training Systems bernama James Wilson (Amerika Serikat) menyebut latihan seperti plank dan side plank sangat efektif buat para rider.


Selama off-season, lo harus melakukan latihan core dan stabilitas supaya badan bisa meredam getaran lebih baik saat di trek. 


Latihan Kekuatan & Eksplosif
Selain core, bagian tubuh lain seperti paha depan (quads), hamstring, glutes, dan punggung atas juga harus diperkuat. Beberapa rekomendasi latihan buat lo:
- Squat / front squat / split squat.
- Deadlift.
- Lat pull / barbell row / single arm row.
- Push-up dan pull-up agar tangan dan lengan lo kuat untuk menjaga genggaman.
- Latihan eksplosif seperti plyometrics, lompatan kotak (box jump), atau latihan sprint pendek untuk meningkatkan power saat jumping.


Rider downhill dari tim Red Bull, Brook Macdonald (Selandia Baru) sering melakukan latihan seperti front squat, barbell row, dan burpees dalam program cross-training untuk menghadapi musim kompetisi downhill supaya otot lebih siap. 


Latihan Ringan
Meskipun downhill lebih mengandalkan tenaga dan teknik, aspek daya tahan tetap penting terutama untuk sesi latihan panjang. Dalam off-season, lo bisa lakukan:
- Riding ringan.
- Riding cross-country.
- Latihan kardio seperti lari, renang, atau sepeda statis.


Tips
- Periodisasi off-season: Buat fase sebanyak 4–6 minggu membangun kekuatan dasar, lanjutkan 4–6 minggu berikutnya untuk sesi explosive & power.
- Recovery & fleksibilitas: Masukkan sesi peregangan, yoga ringan, dan pijat agar tubuh tetap lentur dan otot tidak kaku.
- Asah skill dan teknik ringan: Tetap latihan di trek ringan untuk latihan teknik (line, cornering, drop) tanpa perlu full run. Supaya enggak kehilangan feel terhadap sepeda lo.
- Jaga pola makan dan istirahat: Untuk pemulihan yang optimal.
- Cari inspirasi: Saat off-season, gunakan waktu lo untuk menonton video balap, membaca literatur teknik atau bahkan membangun obstacle sendiri di area latihan kecil.


Off-season bukan waktu buat lo nyantai begitu aja. Manfaatkan momentum untuk membangun fondasi kekuatan dan mental yang sangat berdampak saat lo melibas jalur curam. Dengan latihan core, kekuatan, daya tahan, dan perawatan tubuh yang tepat, lo akan lebih siap dan lebih kuat di musim kompetisi mendatang. Apa rencana lo buat off-season?
 

Share this story:

CHECK OUT OTHER STORIES

The Evolution of Audi Nines

Festival Audi Nines adalah salah satu event yang paling ditunggu oleh para rider downhill... read more

#76Rider DH Squad

Downhill: Sensasi Turun Gunung yang Anti Mainstream

Ketika lo bermain Downhill, tantangannya bukan hanya berupa jalur hutan berlumpur dan penuh rock... read more

#76Rider DH Squad

Gear Ratio untuk Performa Sepeda Downhill

Kalau ngomongin downhill, nyali dan kecepatan bukan segalanya. Pilihan gear ratio juga bisa jadi... read more

#76Rider DH Squad