Dimas | 25 September 2026
Di ajang Big Bear, balap motocross bukan hanya tentang melawan rider lain, tetapi juga tentang menaklukkan trek yang memicu setiap rider beradaptasi terhadap elevasi, terrain, jump,berm dan section teknis dalam satu putaran.
Dilansir Big Bear, Big Bear MX Grand Prix 2026 berlangsung pada 19–23 Agustus 2026 di bagian bawah Bear Mountain Ski Resort, dengan lintasan yang secara khusus memanfaatkan kontur alami kawasan tersebut.
Berbeda dari sirkuit motocross yang relatif datar, trek Big Bear dirancang memanfaatkan massive elevation gains dan existing ski runs sehingga perubahan ketinggian menjadi bagian penting dari karakter balapan.
Di platform Big Bear Mountain Resort terdapat peta trek beserta karakternya yang disajikan untuk para rider. Karakter elevasi tersebut membuat rider harus terus mengubah cara mengelola momentum, karena tanjakan menuntut kemampuan mempertahankan drive sementara turunan memberikan kesempatan membangun kecepatan sebelum memasuki obstacle berikutnya.
Trek ini juga menggabungkan jumpsdan berms, termasuk sebuah finish-line jump dan struktur overhead bergaya Supercross, sehingga lo harus mengombinasikan kontrol motor, pemilihan line, dan keberanian ketika menghadapi section berkecepatan tinggi.
Bagian teknis menjadi elemen penting lainnya karena desain lintasan mencakup section yang menantang serta peluang single-track, membuat karakter trek tidak hanya mengandalkan kecepatan tetapi juga kemampuan membaca permukaan dan mempertahankan kontrol motor.
Dilansir Big Bear, karakter Big Bear semakin menarik karena lingkungan pegunungannya memang memiliki kombinasi elevasi dan terrain teknis, sebuah kondisi yang membuat aktivitas off-road di kawasan tersebut memiliki tingkat variasi lebih tinggi dibanding medan yang homogen.
Pengalaman pada edisi perdana 2025 yang dicatat oleh CycleNews, bahkan memperlihatkan bagaimana karakter alami Big Bear menghasilkan long, rough uphill drags, off-camber switchbacks, dan bagian woods, sehingga event tersebut terasa berbeda dari balap motocross konvensional.
Perubahan ritme menjadi salah satu tantangan terbesar karena lo harus berpindah dari akselerasi di bagian cepat menuju pengereman, menikung, melewati obstacle, lalu kembali membuka tenaga dalam waktu yang sangat singkat. Karakter lintasan yang memadukan jumps, berms, climbs, dan technical sections memang dirancang untuk menghasilkan variasi ritme tersebut.
Dengan demikian, The Track Is the Challenge bukan cuma slogan untuk Big Bear MX Grand Prix. Desain lintasannya sendiri menjadi bagian dari kompetisi yang menguji stamina, teknik, keberanian, dan kemampuan beradaptasi setiap rider. Itulah beberapa hal yang harus lo persiapkan jika ingin berpartisipasi di ajang tersebut.
Pada akhirnya, rider yang mampu menguasai Big Bear bukan hanya mereka yang memiliki motor tercepat, tetapi mereka yang mampu membaca perubahan terrain, mengelola momentum di elevasi berbeda, dan mempertahankan presisi ketika ritme trek terus berubah.
Jika lo ikut balap di Big Bear MX Grand Prix, menjadi yang tercepat bukan... read more
#76Rider MX Squad
Di balik setiap gate drop dalam motocross profesional terdapat dunia kerja yang jarang terlihat... read more
#76Rider MX Squad
Motocross bukan sekadar olahraga yang mengandalkan mesin karena lo harus mengendalikan motor sambil menghadapi... read more
#76Rider MX Squad