Dimas | 31 January 2026
Dalam BMX Race, fase awal setelah gate drop adalah momen paling krusial. Kombinasi antara cadence puncak dan kontrol torsi menentukan siapa yang memimpin, siapa yang tertinggal, dan bagaimana kecepatan awal dibangun menuju straight pertama yang menentukan jalannya lomba.
Pada start BMX, rider menghadapi lintasan yang pendek tapi penuh tekanan dengan jarak berkisar antara 300 – 400 m yang dilengkapi dengan inclined start gate diikuti oleh straight panjang sebelum rintangan pertama. Kecepatan pada fase awal ini sangat penting karena posisi di straight pertama sering kali menentukan dinamika balapan selanjutnya. Menurut PMC, peak power dan peak cadence terjadi sangat cepat dalam beberapa detik pertama setelah mulai gowes, dengan peak power rata-rata mencapai lebih dari 1.200 W dan peak cadence mendekati 130 rpm dalam waktu dua sampai tiga detik pertama balapan.
1. Tingkatkan Cadence untuk Akselerasi Maksimal
Cadence adalah ukuran seberapa cepat pedal berputar (rotasi per menit), dan semakin tinggi cadence, semakin besar potensi power output asalkan kaki lo mampu mempertahankannya. Data lapangan BMX menunjukkan peak cadence terjadi pada fase awal, biasanya di bawah 3 detik pertama setelah start, ketika rider mengejar akselerasi maksimal untuk keluar dari gate dan mencapai kecepatan tinggi secepat mungkin.
2. Kontrol Torsi untuk Tenaga Stabil
Meskipun cadence tinggi penting, torsi (gaya putar yang dihasilkan otot pada pedal) juga krusial saat rider pertama kali menekan pedal dari posisi diam. Torsi kuat diperlukan di awal untuk mengatasi resistensi awal, terutama untuk menciptakan momentum awal. Studi JSC-Journal mencatat bahwa pedal stroke pertama yang menghasilkan tenaga tinggi (balancing torque dan cadence) sangat berpengaruh pada kecepatan akhir di straight pertama.
Rider yang terlalu fokus pada rpm bisa kehilangan torsi penting yang diperlukan untuk mempertahankan power output yang optimal, terutama jika cadence naik sebelum torsi cukup kuat. Menemukan keseimbangan antara cadence yang cukup tinggi dan torsi yang tetap kuat adalah kunci untuk akselerasi awal yang efektif.
3. Dinamika Power Output di Early Phase
Dilansir Dove Medical Press, analisa power pada BMX Race menunjukkan bahwa power output di fase awal sangat berfluktuasi karena peak power tergolong tinggi dalam beberapa detik pertama, namun rata-rata power kemudian turun karena fase non-pedaling. Contohnya saat melewati obstacle atau overjump. Artinya, lo harus cepat mencapai peak cadence dengan torsi yang tinggi di beberapa detik pertama, lalu menjaga output tenaga tersebut sampai melewati straight dan siap menghadapi obstacle pertama.
4. Efek Terhadap Posisi dan Efisiensi Balapan
Rider yang berhasil mengoptimalkan kombinasi cadence tinggi dan torsi kuat akan mendapatkan kecepatan awal lebih tinggi, yang berdampak pada posisi di pack sekitar straight pertama sehingga lo bisa overtaking lebih mudah.
Dalam BMX Race, fase awal bukan hanya soal gowes cepat dan kuat. Lo perlu melihat keseimbangan antara cadence puncak yang memungkinkan akselerasi cepat, dan kontrol torsi yang menjaga output tenaga stabil sejak awal. Rider terbaik adalah yang tahu kapan harus menekan cadence untuk maksimal akselerasi dan kapan harus fokus mempertahankan torsi kuat agar momentum meningkat secara efisien menuju straight pertama dan menghadapi obstacle selanjutnya.
Di BMX Race, straight terakhir adalah fase penentu di mana fokus mental, manajemen napas,... read more
#76Rider BMX Squad
Di dunia BMX Race yang menuntut refleks secepat kilat dan kontrol maksimum, sistem rem... read more
#76Rider BMX Squad
Di lintasan berdebu dan penuh kecepatan, beberapa dekade lalu suara yang menggelegar adalah deru... read more
#76Rider BMX Squad