Khoiful Mukhib, Hasil Kejelian Seorang Rudi Purnomo

Khoiful Mukhib, Hasil Kejelian Seorang Rudi Purnomo

Home » Stories » Khoiful Mukhib, Hasil Kejelian Seorang Rudi Purnomo
| 17 October 2018

Jepara, 23 September 2018 - Khoiful Mukhib kini sedang menjadi pebalap downhill yang dibicarakan seantero Indonesia karena keberhasilan menjuarai Asian Games 2018 bulan lalu. Pebalap kelahiran Jepara ini berhasil unggul atas pesaing-pesaing hebat di Asia dan berhak atas medali emas, predikat tertinggi dalam ajang multi event tersebut.
 
Namun tunggu dulu, siapa orang di balik Mukhib yang cukup berjasa mengantarkannya hingga sekarang? Jawabannya mungkin berada di 76 Team yang tak lain adalah sang manajer, Rudi Purnomo.
 
 
Pak Rudi, begitu ia akrab disapa adalah orang pertama yang menemukan Mukhib di ajang balap sepeda BMX di Kota Jepara. Kala itu, Rudi secara langsung menawari Mukhib untuk bergabung dalam tim downhill untuk dikenalkan lebih dalam tentang olahraga menantang gravitasi ini.
 
Basic balap sepeda yang dimiliki Mukhib ternyata bisa dimaksimalkan. Rudi menyebut sang pembalap memiliki attitude baik sehingga mampu meresapkan apa yang diterima dalam proses pembelajaran selama ini.

“Menemukan Mukhib itu saya harus berburu sampai kejuaraan BMX di Jepara, begitu juga pebalap saya yang lain. Harus benar-benar jeli melihat mana yang potensial. Paling penting yang kita amati adalah attitude karena itu penting untuk seorang pebalap selain teknik dan fisik tentu saja,” ungkap Rudi.

Bagi Rudi, memilih pebalap bukan hanya melulu bicara kecepatan menunggang sepeda. Karakter rider secara seutuhnya menjadi pertimbangan untuk menentukan apakah sang atlet layak berseragam 76 Team nantinya.

“Kami belajar dari Mukhib, dulu kami melihat dia secara seutuhnya secara karakter tidak hanya cepat di sepeda. Ini yang sulit dan harus jeli, kita bicara karakter orang,” sambungnya tersenyum.

Mukhib sendiri saat ini masih menyandang juga gelar juara nasional 2018 yang didapatkan beberapa bulan lalu sebelum Asian Games. Perlu konsistensi lebih karena nyatanya akan lebih sulit mempertahankan ketimbang meraih pertama kali.

Tangan dingin Rudi memoles pebalap pun kini terus diuji setelah generasi selanjutnya macam Mohammad Abdul Hakim Jambol dan M Anzani mulai sedikit demi sedikit menanjaki karier di downhill. Jambol beberapa kali sudah menjuarai kelas Men Elite yang jadi kelas paling bergengsi sementara Anzani meski masih anak bawang namun juga bisa bersaing positif di kelas Men Youth.

Layak dinantikan tampaknya, seperti apa polesan tangan dingin Rudi Purnomo untuk 76 Team di fase selanjutnya. Apakah Jambol dan Anzani bisa melampaui prestasi Khoiful Mukhib, atau hanya menumpang lewat lalu hilang begitu saja? (IDH)



MORE STORIES