Jelang Trial Game Asphalt 2022 Seri 3: Gerry Salim Belum Temukan Penyebab Penyakit Gagal Ngerem Misterius Pada Motornya

Jelang Trial Game Asphalt 2022 Seri 3: Gerry Salim Belum Temukan Penyebab Penyakit Gagal Ngerem Misterius Pada Motornya

Home » Stories » Jelang Trial Game Asphalt 2022 Seri 3: Gerry Salim Belum Temukan Penyebab Penyakit Gagal Ngerem Misterius Pada Motornya
Boyo Maladi | 11 November 2022

Gerry Salim saat ini sedang gundah karena motor besutannya mengalami gagal ngerem misterius yang terjadi di Trial Game Asphalt Seri 2 Boyolali pada 30 September-1 Oktober 2022 lalu.

Karena rem nyeplos yang terjadi di Race 2 inilah, Gerry yang turun di kelas FFA 450 gagal mengulang sukses podium pertama yang direbutnya pada Race 1.

Bahkan Gerry terpaksa harus DNF (Did Not Finish) alias gagal menyelesaikan balap sehingga gagal merebut poin. 

Di tengah persaingan yang semakin ketat, kondisi tidak memperoleh angka sama sekali seperti ini tentu akan berakibat fatal pada perolehan total poin pada klasemen.

Dan masalahnya, sampai sekarang masalah gagal ngerem ini masih misterius, atau belum diketahui penyebab pastinya.

"Memang kami belum menemukan penyebabnya. Biasanya sih kejadian rem nyeplos seperti ini disebabkan masalah pada kampas rem, atau minyak rem. Tapi waktu diperiksa, tidak ada masalah di situ," tutur Gerry.

Yang anehnya lagi menurut Gerry, rem justru bekerja maksimal pada Race 1 yang digelar di siang hari yang sangat panas.

"Rem baru nyeplos pada Race 2 yang baru saja memasuki lap 3," kata Gerry.

Tak ingin berputus asa, Gerry bahkan mengontak Luc1, tim supermoto di Prancis yang dikenalnya saat mereka datang ke Indonesia untuk berkompetisi di final Trial Game Asphalt 2018-2019.

Kampas dan minyak rem yang diduga sebagai penyebab pun difoto untuk ditunjukkan ke bos Luc1 langsung.

Kebetulan kampas rem merek Beringer yang dipakai Gerry dibeli langsung dari pabriknya yang ada di Prancis melalui tim Luc1.

"Tim Luc1 ini memakai kampas rem Beringer, dan selama ini nggak pernah mengalami masalah," tukas Gerry yang juga memakai minyak rem keluaran Motul.

Setelah foto dikirimkan dan dilihat, tim Luc1 tidak menemukan adanya masalah. 

"Padahal sebelumnya, untuk mengantisipasi terjadinya overheat, kami sudah membuatkan air scope (saluran udara) yang mengarah ke kapiler lho," lanjut Gerry.

Karena itulah masalah gagal ngerem pada motor Gerry masih misterius sampai sekarang. Namun, ada satu hal yang membuat Gerry antusias dengan performanya di Trial Game Asphalt 2022 Seri 2 lalu. Pada Race 1, Gerry mengaku sudah bisa jauh melaju melewati pembalap-pembalap lain yang berkompetisi di TGA. 

"Selain itu, lap time terus improve (membaik)," kata Gerry.

Sebagai gambaran, saat race yang telah dilengkapi obstacle berupa jumpingan, justru catatan waktu Gerry membaik dibanding ketika saat latihan yang tidak menggunakan papan jumpingan.

"Catatan waktu Gerry saat race 54 detik, sementara waktu latihan 55 detik," puas Gerry yang berharap masalah rem nyeplos selesai sebelum seri 3 atau final yang akan digelar awal Desember mendatang di Semarang.



MORE STORIES