Akhirnya Gerry Salim Bisa Jalankan Ibadah Puasa Di Rumah

Akhirnya Gerry Salim Bisa Jalankan Ibadah Puasa Di Rumah

Home » Stories » Akhirnya Gerry Salim Bisa Jalankan Ibadah Puasa Di Rumah
Boyo Maladi | 27 April 2023

Bagi Gerry Salim, puasa tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hampir setiap tahun sebelum pandemi Corona, Gerry menjalankan ibadah jauh dari rumah karena harus fokus pada kejuaraan yang diikutinya.

Mulai 2014-2015 ketika mengikuti All Japan Championship, kemudian tahun 2016 ketika mengikuti Suzuka 8 Hours FIM Endurance World Championship, dan tahun 2018 saat mengikuti FIM CEV Moto3, serta tahun 2019 ketika berlaga di FIM CEV Moto2.

“Waktu itu, Gerry selalu berpuasa ketika balapan. Hanya tahun 2020-2021 ketika ada pendemi COVID-19 sehingga hampir tidak ada kalender balap. Bahkan tahun 2022 lalu, Gerry juga tidak ada di rumah saat puasa karena harus fokus latihan di Jakarta,” tuturnya.

Nah, untuk tahun ini Gerry akan lebih sering berada di rumah selama puasa. 

“Kegiatannya sih tetap latihan. Tapi kebanyakan di Gelora Bung Tomo (GBT) selama puasa ini,” tutur Gerry yang saat ini berkompetisi secara penuh di kejuaraan Supersport (SS) 600 Asia Road Racing Championship (ARRC).

Memang pada awal puasa, Gerry masih ada di Thailand untuk mengikuti putaran pertama yang digelar 25-26 Maret 2023.

 “Sehari setelah itu, saya sudah balik ke Surabaya,” tuturnya.

Dan karena putaran ke-2 kejuaraan Supersport (SS) 600 ARRC akan digelar di Malaysia pada Mei 2023 atau setelah lebaran, maka Gerry pun memutuskan pulang kampung halaman.

“Apalagi belum ada jadwal latihan. Makanya Gerry pilih balik ke Surabaya aja,” lanjutnya.

Terkait latihan yang ia jalani selama puasa, Gerry mengatakan ada sedikit perubahan. 

“Kalau sebelumnya menu latihan kan hanya untuk maintain kondisi fisik. Tapi kali ini lebih mengarah ke performance,” jelasnya.

Jadi kalau menu latihan saat puasa hanya berfokus ke latihan ringan, seperti lari-lari ringan dengan jarak tidak terlalu jauh, maka puasa tahun ini menunya dibuat sedikit lebih berat ke arah performa. 

“Jadi Gerry harus latihan lari agak kencang dengan jarak yang lebih panjang selama 5 hari dalam seminggu. Sementara untuk latihan di atas motor sama seperti sebelumnya, seminggu 3 kali. Karena itu jadwal latihan kebanyakan digeser ke sore hari,” pungkas Gerry yang memilih tidak lagi latihan bersepeda karena kondisi jalan yang padat dan macet sehingga memilih fokus ke latihan lari dan gym untuk fisik. 



MORE STORIES